

Jakarta, 15–16 April 2026 – INTERCEM Asia 2026 telah diselenggarakan dengan sukses di The Ritz-Carlton Jakarta, yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari 35 negara yang mewakili rantai nilai industri semen dan konstruksi global. Acara internasional ini mencerminkan kolaborasi yang erat dalam menyelenggarakan forum strategis bagi para pemangku kepentingan industri semen global.
Sebagai mitra acara, ASPERSSI turut berpartisipasi secara aktif sepanjang acara dan menyelenggarakan stan pameran yang menampilkan perkembangan industri semen Indonesia, peran asosiasi, serta berbagai inisiatif strategis yang saat ini sedang dijalankan oleh industri nasional. Stan ASPERSSI juga berfungsi sebagai wadah untuk berinteraksi dan menjalin jaringan dengan peserta internasional, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Mewakili industri semen Indonesia, Ketua ASPERSSI Lilik Unggul Raharjo memaparkan gambaran umum mengenai kondisi terkini sektor semen nasional. Industri semen Indonesia saat ini terdiri dari 16 produsen, 23 pabrik terintegrasi, dan 50 jalur produksi, dengan kapasitas produksi yang sebagian besar terkonsentrasi di Jawa. ASPERSSI terus berperan sebagai badan perwakilan dan wadah kerja sama bagi seluruh produsen semen di Indonesia.
Dalam presentasinya, ia menyoroti beberapa tantangan yang sedang dihadapi industri, termasuk lambatnya pemulihan permintaan pasca pandemi, kondisi kelebihan pasokan, serta proyeksi pertumbuhan permintaan domestik yang hanya sebesar 1–2% pada tahun 2026. Selain itu, kenaikan biaya energi, yang kini mencapai sekitar 50% dari biaya produksi, terus memberikan tekanan pada operasi domestik dan daya saing ekspor.
ASPERSSI juga menegaskan kembali komitmen industri untuk mendukung target Emisi Nol Bersih Indonesia melalui peningkatan efisiensi energi, penurunan faktor klinker, dan penerapan bahan bakar alternatif yang lebih luas. Namun, masih ada beberapa tantangan, termasuk keterbatasan pasokan biomassa, akses terhadap pembiayaan, kesiapan teknologi, serta kebutuhan akan dukungan kebijakan yang lebih kuat dan koordinasi pemangku kepentingan. INTERCEM Asia 2026 berfungsi sebagai platform penting untuk membahas dinamika pasar global, arus perdagangan regional, isu-isu keberlanjutan, dan peluang investasi di masa depan. Melalui partisipasinya dalam acara ini, ASPERSSI menegaskan kembali komitmennya untuk mempromosikan industri semen yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan global dalam mendukung transisi menuju Emisi Nol Bersih pada tahun 2050.